Kacamata photochromic merupakan jenis kacamata dengan lensa yang bisa berubah menjadi gelap. Manfaat kacamata ini apabila terkena sinar matahari secara langsung dan akan berubah bening kembali ketika berada didalam ruangan.
Baca Juga: Manfaat Kacamata Blue Ray untuk Melindungi Mata dari Sinar Biru

Lensa ini dirancang khusus untuk melindungi mata dari paparan sinar UV berlebih serta perubahan kondisi cuaca, dan dapat digunakan oleh orang dengan minus ataupun silinder.
Manfaat Menggunakan Kacamata Photochromic
Dibawah ini beberapa manfaat menggunakan kacamata photochromic, diantaranya adalah:,
1. Memberikan Perlindungan Terhadap Mata
Menurut ahli optik, manfaat menggunakan kacamata dengan lensa photochromic yaitu, kemampuannya dalam memberi perlindungan pada mata secara lebih baik. Lensa ini mampu beradaptasi dan berubah menjadi gelap apabila terkena sinar matahari secara langsung.
Perlu dipahami, jika sinar UV begitu berbahaya untuk area mata jika terkena secara berlebihan. Pada akhirnya kemungkinan akan terjadi kerusakan makula sensitive pada mata. Makula berfungsi untuk mengontrol penglihatan inti, akan tetapi seiring berjalannya waktu kemampuan penglihatan seseorang juga akan melemah. Misalnya lamanya merokok serta paparan sinar UV.
2. Menciptakan Penglihatan Secara Lebih Jelas
Lensa ini dapat mengurangi silau terang, akibat paparan sinar UV ketika sedang berada di luar ruangan. Photochromic juga dapat mencegah ketegangan mata, yang secara alami akan terus menyipitkan mata ketika kondisi cahaya terang.
3. Fleksibel
Manfaat lain dari penggunaan kacamata lensa photochromic adalah segi fleksibilitasnya. Dimana lensa ini dapat berubah sesuai dengan seberapa banyak sinar UV yang ada. Namun apabila kondisi mendung, lensa ini tidak akan menjadi gelap sepenuhnya, tetapi lebih memiliki tampilan berwarna. Sedangkan jika dalam kondisi cerah, lensa ini memiliki kemampuan berubah menjadi jauh lebih gelap.
4. Menghalangi Cahaya Biru Masuk
Lensa photochromic juga dapat memblokir cahaya biru di dalam ruangan, secara lebih banyak jika dibandingkan dengan penggunaan lensa bening biasa. Ketika seseorang mengalami peningkatan saat menggunakan teknologi, maka kebutuhan perlindungan mata dari ketegangan yang disebabkan masuknya cahaya biru juga perlu ditingkatkan.
Hal ini bisa didapatkan oleh lensa photochromic yang bisa berubah, yaitu dapat melindungi mata dari cahaya biru yang bahkan ketika di dalam ruangan tidak ada kegelapan sekalipun.
Cara Kerja Lensa Photochromic
Molekul lensa photochromic akan menjadi terang atau gelap. Apabila terkena sinar UV otomatis lensa akan berubah menjadi gelap, triliunan molekul pada lensa yang menyebabkannya berubah menjadi gelap. Setelah tidak lagi terkena sinar UV, molekul-molekul akan kembali ke bentuk semula, sehingga lensa akan menjadi bening lagi.
Dengan kemampuannya dalam merubah warna, lensa kacamata photochromic sangat membantu melindungi mata dari paparan sinar UV yang berbahaya. Sehingga sangat praktis untuk digunakan, karena bisa dipakai baik di dalam ataupun di luar ruangan tanpa perlu mengganti lensa.
Jenis-Jenis Lensa Photochromic
Terdapat beberapa jenis lensa kacamata photochromic, yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Diantaranya adalah:
Lensa Plastik
Paling umum digunakan karena ringan serta tahan benturan. Sehingga sangat cocok untuk penggunaan sehari-hari dan aktivitas ringan.
Lensa Kaca
Walaupun lebih berat, lensa ini mempunyai ketahanan goresan yang lebih baik serta kualitas optik lebih unggul. Sangat cocok digunakan bagi pengguna yang menginginkan kejernihan visual lebih maksimal.
Lensa Warna Khusus
Selain warna standar, beberapa produsen juga memberikan beberapa pilihan warna yang unik seperti merah muda, ungu, atau biru, sehingga dapat disesuaikan dengan gaya personal.
Lensa Indoor vs Extra Active
Dibuat khusus untuk penggunaan dalam ruangan, lensa indoor akan menjadi sedikit gelap apabila berada di bawah pencahayaan buatan yang kuat, serta berguna untuk mengurangi kelelahan mata akibat layar komputer atau pencahayaan terlalu silau.
Sedangkan kacamata extra active dirancang khusus agar beradaptasi lebih cepat dan menjadi lebih gelap, jika dibandingkan lensa photochromic standar. Sangat cocok digunakan saat kondisi pencahayaan sangat terang atau aktivitas luar ruangan yang intens.
Lensa photochromic standar umumnya tidak berubah gelap di dalam mobil karena kaca depan sudah dilapisi pelindung UV. Padahal, lensa jenis ini membutuhkan sinar UV untuk bereaksi. Sebaliknya, lensa extra active dirancang tetap responsif terhadap cahaya, sehingga mampu menggelap meski berada di balik kaca mobil.
Melansir dari American Academy of Ophthalmology, menggunakan kacamata dengan lensa photochromic ini mampu meminimalisir paparan sinar UV secara langsung. Karena lensa yang dapat berubah ketika terkena matahari, dan bisa menjadi bening kembali setelah berada di dalam ruangan. Bagi pengendara motor, lensa ini sangat membantu transisi dari jalanan terik ke dalam terowongan tanpa harus melepas kacamata.
Baca Juga: Kacamata Anti Radiasi Perlindungan Mata di Era Digital
Konsultasikan dengan optik terpercaya untuk memastikan lensa photochromic juga dilengkapi dengan lapisan anti-radiasi sinar biru jika sering bekerja di depan layar. Itulah penjelasan mengenai kacamata photochromic, manfaat serta jenis-jenis lensa yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan personal.

Saya merupakan fashion enthusiast yang telah berpengalaman selama 5 tahun dalam mengamati dan mengulas tren aksesoris, terutama kacamata. Berbekal pemahaman tren dan kebutuhan pengguna, saya menghadirkan ulasan yang informatif dan aplikatif.



